Monday, 18 September 2017

KUMPULAN PUISI-PUISI W.S. RENDRA

Gambar terkait



TULIS PAMPLET INI
Oleh :

W.S. Rendra

Aku tulis pamplet ini
karena lembaga pendapat umum
ditutupi jaring labah-labah
Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk,
dan ungkapan diri ditekan
menjadi peng - iya - an
Apa yang terpegang hari ini
bisa luput besok pagi
Ketidakpastian merajalela.
Di luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-teki
menjadi marabahaya
menjadi isi kebon binatang
Apabila kritik hanya boleh lewat saluran resmi,
maka hidup akan menjadi sayur tanpa garam
Lembaga pendapat umum tidak mengandung pertanyaan.
Tidak mengandung perdebatan
Dan akhirnya menjadi monopoli kekuasaan
Aku tulis pamplet ini
karena pamplet bukan tabu bagi penyair
Aku inginkan merpati pos.
Aku ingin memainkan bendera-bendera semaphore di tanganku
Aku ingin membuat isyarat asap kaum Indian.
Aku tidak melihat alasan
kenapa harus diam tertekan dan termangu.
Aku ingin secara wajar kita bertukar kabar.
Duduk berdebat menyatakan setuju dan tidak setuju.
Kenapa ketakutan menjadi tabir pikiran ?
Kekhawatiran telah mencemarkan kehidupan.
Ketegangan telah mengganti pergaulan pikiran yang merdeka.
Matahari menyinari airmata yang berderai menjadi api.
Rembulan memberi mimpi pada dendam.
Gelombang angin menyingkapkan keluh kesah
yang teronggok bagai  sampah
  Kegamangan. Kecurigaan.
  Ketakutan.
  Kelesuan.
Aku tulis pamplet ini
karena kawan dan lawan adalah saudara
Di dalam alam masih ada cahaya.
Matahari yang tenggelam diganti rembulan.
Lalu besok pagi pasti terbit kembali.
Dan di dalam air lumpur kehidupan,
aku melihat bagai terkaca :
ternyata kita, toh, manusia !
Pejambon Jakarta 27 April 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi

DOA SEORANG SERDADU SEBELUM BERPERANG
Oleh :
W.S. Rendra

Tuhanku, 
WajahMu membayang di kota terbakar
dan firmanMu terguris di atas ribuan
kuburan yang dangkal
Anak menangis kehilangan bapa
Tanah sepi kehilangan lelakinya
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia
Apabila malam turun nanti
sempurnalah sudah warna dosa
dan mesiu kembali lagi bicara
Waktu itu, Tuhanku,
perkenankan aku membunuh
perkenankan aku menusukkan sangkurku
Malam dan wajahku
adalah satu warna
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.
Tak ada lagi pilihan
kecuali menyadari
-biarpun bersama penyesalan-
Apa yang bisa diucapkan
oleh bibirku yang terjajah ?
Sementara kulihat kedua lengaMu yang capai
mendekap bumi yang mengkhianatiMu
Tuhanku
Erat-erat kugenggam senapanku
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku
 
Mimbar Indonesia
Th. XIV, No. 25
18 Juni 1960


GERILYA

Oleh :
W.S. Rendra

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling di jalan
Angin tergantung
terkecap pahitnya tembakau
bendungan keluh dan bencana
Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan
Dengan tujuh lubang pelor
diketuk gerbang langit
dan menyala mentari muda
melepas kesumatnya
Gadis berjalan di subuh merah
dengan sayur-mayur di punggung
melihatnya pertama
Ia beri jeritan manis
dan duka daun wortel
Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan
Orang-orang kampung mengenalnya
anak janda berambut ombak
ditimba air bergantang-gantang
disiram atas tubuhnya
Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan
Lewat gardu Belanda dengan berani
berlindung warna malam
sendiri masuk kota
ingin ikut ngubur ibunya 
Siasat
Th IX, No. 42
1955


GUGUR
Oleh :
W.S. Rendra

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Tiada kuasa lagi menegak
Telah ia lepaskan dengan gemilang
pelor terakhir dari bedilnya
Ke dada musuh yang merebut kotanya 
Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Ia sudah tua
luka-luka di badannya 
Bagai harimau tua
susah payah maut menjeratnya
Matanya bagai saga
menatap musuh pergi dari kotanya 
Sesudah pertempuran yang gemilang itu
lima pemuda mengangkatnya
di antaranya anaknya
Ia menolak
dan tetap merangkak
menuju kota kesayangannya 
Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Belumlagi selusin tindak
mautpun menghadangnya.
Ketika anaknya memegang tangannya
ia berkata :
" Yang berasal dari tanah
kembali rebah pada tanah.
Dan aku pun berasal dari tanah
tanah Ambarawa yang kucinta
Kita bukanlah anak jadah
Kerna kita punya bumi kecintaan.
Bumi yang menyusui kita
dengan mata airnya.
Bumi kita adalah tempat pautan yang sah.
Bumi kita adalah kehormatan.
Bumi kita adalah juwa dari jiwa.
Ia adalah bumi nenek moyang.
Ia adalah bumi waris yang sekarang.
Ia adalah bumi waris yang akan datang."
Hari pun berangkat malam
Bumi berpeluh dan terbakar
Kerna api menyala di kota Ambarawa 
Orang tua itu kembali berkata :
"Lihatlah, hari telah fajar !
Wahai bumi yang indah,
kita akan berpelukan buat selama-lamanya !
Nanti sekali waktu
seorang cucuku
akan menacapkan bajak
di bumi tempatku berkubur
kemudian akan ditanamnya benih
dan tumbuh dengan subur
Maka ia pun berkata :
-Alangkah gemburnya tanah di sini!"
Hari pun lengkap malam
ketika menutup matanya

HAI, KAMU !
Oleh :

W.S. Rendra

Luka-luka di dalam lembaga,
intaian keangkuhan kekerdilan jiwa,
noda di dalam pergaulan antar manusia,
duduk di dalam kemacetan angan-angan.
Aku berontak dengan memandang cakrawala.
Jari-jari waktu menggamitku.
Aku menyimak kepada arus kali.
Lagu margasatwa agak mereda.
Indahnya ketenangan turun ke hatiku.
Lepas sudah himpitan-himpitan yang mengekangku.
Jakarta, 29 Pebruari 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi

LAGU SEORANG GERILYA
(Untuk puteraku Isaias Sadewa)
Oleh :
W.S. Rendra

Engkau melayang jauh, kekasihku.
Engkau mandi cahaya matahari.
Aku di sini memandangmu,
menyandang senapan, berbendera pusaka.
Di antara pohon-pohon pisang di kampung kita yang berdebu,
engkau berkudung selendang katun di kepalamu.
Engkau menjadi suatu keindahan,
sementara dari jauh
resimen tank penindas terdengar menderu.
Malam bermandi  cahaya matahari,
kehijauan menyelimuti medan perang yang membara.
Di dalam hujan tembakan mortir, kekasihku,
engkau menjadi pelangi yang agung dan syahdu
Peluruku habis
dan darah muncrat dari dadaku.
Maka  di saat seperti itu
kamu menyanyikan lagu-lagu perjuangan
bersama kakek-kakekku yang telah gugur
di dalam berjuang membela rakyat jelata 

Jakarta, 2 september 1977
Potret Pembangunan dalam Puisi

LAGU SERDADU
Oleh :
W.S. Rendra

Kami masuk serdadu dan dapat senapang
ibu kami nangis tapi elang toh harus terbang
Yoho, darah kami campur arak!
Yoho, mimpi kami patung-patung dari perak
Nenek cerita pulau-pulau kita indah sekali
Wahai, tanah yang baik untuk mati
Dan kalau ku telentang dengan pelor timah
cukilah ia bagi puteraku di rumah
  
Siasat
No.  630, th. 13
Nopember 1959


NOTA BENE : AKU KANGEN 
Oleh :

W.S. Rendra

Lunglai - ganas karena bahagia dan sedih,
indah dan gigih cinta kita di dunia yang fana.
Nyawamu dan nyawaku dijodohkan langit,
dan anak kita akan lahir di cakrawala.
Ada pun mata kita akan terus bertatapan hingga berabad-abad lamanya.
Juwitaku yang cakap meskipun tanpa dandanan
untukmu hidupku terbuka.
Warna-warna kehidupan berpendar-pendar menakjubkan
Isyarat-isyarat getaran ajaib menggerakkan penaku.
Tanpa sekejap pun luput dari kenangan padamu
aku bergerak menulis pamplet, mempertahankan kehidupan.
  
Jakarta, Kotabumi, 24 Maret 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi


ORANG-ORANG MISKIN
Oleh :

W.S. Rendra

Orang-orang miskin di jalan,
yang tinggal di dalam selokan,
yang kalah di dalam pergulatan,
yang diledek oleh impian,
janganlah mereka ditinggalkan.
Angin membawa bau baju mereka.
Rambut mereka melekat di bulan purnama.
Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala,
mengandung buah jalan raya.
Orang-orang miskin. Orang-orang berdosa.
Bayi gelap dalam batin. Rumput dan lumut jalan raya.
Tak bisa kamu abaikan.
Bila kamu remehkan mereka,
di jalan  kamu akan diburu bayangan.
Tidurmu akan penuh igauan,
dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka.
Jangan kamu bilang negara ini kaya
karena orang-orang berkembang di kota dan di desa.
Jangan kamu bilang dirimu kaya
bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu.
Dan perlu diusulkan
agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti Belanda.
Dan tentara di jalan jangan bebas memukul mahasiswa.
Orang-orang miskin di jalan
masuk ke dalam tidur malammu.
Perempuan-perempuan bunga raya
menyuapi putra-putramu.
Tangan-tangan kotor dari jalanan
meraba-raba kaca jendelamu.
Mereka tak bisa kamu biarkan.
Jumlah mereka tak bisa kamu mistik menjadi nol.
Mereka akan menjadi pertanyaan
yang mencegat ideologimu.
Gigi mereka yang kuning
akan meringis di muka agamamu.
Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap
akan hinggap di gorden presidenan
dan buku programma gedung kesenian.
Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah,
bagai udara panas yang selalu ada,
bagai gerimis yang selalu membayang.
Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau
tertuju ke dada kita,
atau ke dada mereka sendiri.
O, kenangkanlah :
orang-orang miskin
juga berasal dari kemah Ibrahim
Yogya, 4 Pebruari 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi

PAMPLET CINTA
Oleh :

W.S. Rendra
 Ma, nyamperin matahari dari satu sisi.
Memandang wajahmu dari segenap jurusan.
Aku menyaksikan zaman berjalan kalangkabutan.
Aku melihat waktu melaju melanda masyarakatku.
Aku merindukan wajahmu,
dan aku melihat wajah-wajah berdarah para mahasiswa.
Kampus telah diserbu mobil berlapis baja.
Kata-kata telah dilawan dengan senjata.
Aku muak dengan gaya keamanan semacam ini.
Kenapa keamanan justru menciptakan ketakutan dan ketegangan
Sumber keamanan seharusnya hukum dan akal sehat.
Keamanan yang berdasarkan senjata dan kekuasaan adalah penindasan
Suatu malam aku mandi di lautan.
Sepi menjdai kaca.
Bunga-bunga yang ajaib bermekaran di langit.
Aku inginkan kamu, tapi kamu tidak ada.
Sepi menjadi kaca.
Apa yang bisa dilakukan oleh penyair
bila setiap kata telah dilawan dengan kekuasaan ?
Udara penuh rasa curiga.
Tegur sapa tanpa jaminan.
Air lautan berkilat-kilat.
Suara lautan adalah suara kesepian.
Dan lalu muncul wajahmu.
Kamu menjadi makna
Makna menjadi harapan.
……. Sebenarnya apakah harapan ?
Harapan adalah karena aku akan membelai rambutmu.
Harapan adalah karena aku akan tetap menulis sajak.
Harapan adalah karena aku akan melakukan sesuatu.
Aku tertawa, Ma !
Angin menyapu rambutku.
Aku terkenang kepada apa yang telah terjadi.
Sepuluh tahun aku berjalan tanpa tidur.
Pantatku karatan aku seret dari warung ke warung.
Perutku sobek di jalan raya yang lengang…….
Tidak. Aku tidak sedih dan kesepian.
Aku menulis sajak di bordes kereta api.
Aku bertualang di dalam udara yang berdebu.
Dengan berteman anjing-anjing geladak dan kucing-kucing liar,
aku bernyanyi menikmati hidup yang kelabu.
Lalu muncullah kamu,
nongol dari perut matahari bunting,
jam duabelas seperempat siang.
Aku terkesima.
Aku disergap kejadian tak terduga.
Rahmat turun bagai hujan
membuatku segar,
tapi juga menggigil bertanya-tanya.
Aku jadi bego, Ma !
Yaaah , Ma, mencintai kamu adalah bahagia dan sedih.
Bahagia karena mempunyai kamu di dalam kalbuku,
dan sedih karena kita sering berpisah.
Ketegangan menjadi pupuk cinta kita.
Tetapi bukankah kehidupan sendiri adalah bahagia dan sedih ?
Bahagia karena  napas mengalir dan jantung berdetak.
Sedih karena pikiran diliputi bayang-bayang.
Adapun harapan adalah penghayatan akan ketegangan.
Ma, nyamperin matahari dari satu sisi,
memandang wajahmu dari segenap jurusan.
Pejambon, Jakarta, 28 April 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi


SAJAK ANAK MUDA
Oleh :
W.S. Rendra

 Kita adalah angkatan gagap
yang diperanakkan oleh angkatan takabur.
Kita kurang pendidikan resmi
di dalam hal keadilan,
karena tidak diajarkan berpolitik,
dan tidak diajar dasar ilmu hukum
Kita melihat kabur pribadi orang,
karena tidak diajarkan kebatinan atau ilmu jiwa.
Kita tidak mengerti uraian pikiran lurus,
karena tidak diajar filsafat atau logika.
Apakah kita tidak dimaksud
untuk mengerti itu semua ?
Apakah kita hanya dipersiapkan
untuk menjadi alat saja ?
inilah gambaran rata-rata
pemuda tamatan SLA,
pemuda menjelang dewasa.
Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan.
Bukan pertukaran pikiran.
Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan,
dan bukan ilmu latihan menguraikan.
Dasar keadilan di dalam pergaulan,
serta pengetahuan akan kelakuan manusia,
sebagai kelompok atau sebagai pribadi,
tidak dianggap sebagai ilmu yang perlu dikaji dan diuji.
Kenyataan di dunia menjadi remang-remang.
Gejala-gejala yang muncul lalu lalang,
tidak bisa kita hubung-hubungkan.
Kita marah pada diri sendiri
Kita sebal terhadap masa depan.
Lalu akhirnya,
menikmati masa bodoh dan santai.
Di dalam kegagapan,
kita hanya bisa membeli dan memakai
tanpa bisa mencipta.
Kita tidak bisa memimpin,
tetapi hanya bisa berkuasa,
persis seperti bapak-bapak kita.
Pendidikan negeri ini berkiblat ke Barat.
Di sana anak-anak memang disiapkan
Untuk menjadi alat dari industri.
Dan industri mereka berjalan tanpa berhenti.
Tetapi kita dipersiapkan menjadi alat apa ?
Kita hanya menjadi alat birokrasi !
Dan birokrasi menjadi berlebihan
tanpa kegunaan -
menjadi benalu di dahan.
Gelap. Pandanganku gelap.
Pendidikan tidak memberi pencerahan.
Latihan-latihan tidak memberi pekerjaan
Gelap. Keluh kesahku gelap.
Orang yang hidup di dalam pengangguran.
Apakah yang terjadi di sekitarku ini ?
Karena tidak bisa kita tafsirkan,
lebih enak kita lari ke dalam puisi ganja.
Apakah artinya tanda-tanda yang rumit ini ?
Apakah ini ? Apakah ini ?
Ah, di dalam kemabukan,
wajah berdarah
akan terlihat sebagai bulan.
Mengapa harus kita terima hidup begini ?
Seseorang berhak diberi ijazah dokter,
dianggap sebagai orang terpelajar,
tanpa diuji pengetahuannya akan keadilan.
Dan bila ada ada tirani merajalela,
ia diam tidak bicara,
kerjanya cuma menyuntik saja.
Bagaimana ? Apakah kita akan terus diam saja.
Mahasiswa-mahasiswa ilmu hukum
dianggap sebagi bendera-bendera upacara,
sementara hukum dikhianati berulang kali.
Mahasiswa-mahasiswa ilmu ekonomi
dianggap bunga plastik,
sementara ada kebangkrutan dan banyak korupsi.
Kita berada di dalam pusaran tatawarna
yang ajaib dan tidak terbaca.
Kita berada di dalam penjara kabut yang memabukkan.
Tangan kita menggapai untuk mencari pegangan.
Dan bila luput,
kita memukul dan mencakar
ke arah udara
Kita adalah angkatan gagap.
Yang diperanakan  oleh angkatan kurangajar.
Daya hidup telah diganti oleh nafsu.
Pencerahan telah diganti oleh pembatasan.
Kita adalah angkatan yang berbahaya

Pejambon, Jakarta, 23 Juni 1977
Potret Pembangunan dalam Puisi

Thursday, 7 September 2017

EKSIS PUNYA MENTAL KAYA

Hasil gambar untuk mental kaya
Source: Thinkstock


#Mental kaya itu gak mau minta-minta pada, manusia, kalo gak punya ya udah gak usah maksa, buat apa punya 'apa-apa' tapi hasil minta-minta...

#Mental kaya itu selalu bersyukur, di bibir nyebut Alhamdulillah, di hati tenang gak iri ke orang lain, di mata gak silau lihat kanan kiri...

#Mental kaya itu ketika jalan kaki bersyukur "Alhamdulillah Ya Allah masih bisa jalan, banyak orang yang gak punya kaki, atau lumpuh gak bisa jalan-jalan".

#Mental kaya itu kalo naik sepeda bersyukur, "Alhamdulillah Ya Allah... Banyak tetangga yang kemana-mana jalan kaki, saya masih bisa genjot sana-sini".

#Mental kaya itu ketika pake motor bersyukur "Alhamdulillah Ya Allah... Bisa ngegas! Walau motor butut yang penting bisa kesana-sini lebih cepet".

#Mental kaya itu kalo pake mobil dah gak gampang ngiri dengan yang mereknya lebih keren, "Alhamdulillah Ya Allah udah gak kehujanan, gak kepanasan kemana-mana".

#Mental kaya itu gak kabur ketika teman dan tetangga minta bantuan, kalo gak bisa ngutangin kasih sedekah buat mereka, berapapun...

#Mental kaya itu gak harus kamu punya apa-apa, tapi kamu BERSYUKUR dengan apa YANG KAMU PUNYA. Wis udah nyicil mental kaya, kalo udah kaya gak kagetan lagi.

#Mental kaya itu berani tanggung jawab, kalo lagi makan bareng teman gak pelit ngeluarin dompet duluan. Gak perlu merengek-rengek "traktir aku yaa"

#Mental kaya itu selalu merasa CUKUP! Gak haus harta benda yang cuma buat pamer semata. Mobil harus lima, baju lemari tiga, rumah dimana-mana.

#Mental kaya itu ketika merasa cukup, jadi rutin berbagi. Gak pelit ke tetangga kanan kiri, sedekah gak harus nunggu hari Jum'at lagi.

#Mental kaya itu gak ngambil hak orang lain, kalo dia masih korupsi, nilep, doyan suap sana-sini. Pertanda jiwanya masih miskin semiskin-miskinnya.

#Mental kaya itu pantang ngambil hak orang lain sekecil apapun, JUJUR itu dari hati, bukan untuk ditunjukkan kesana-sini. "Gua jujur lhooh! Ahaa...

#Mental kaya itu punya hati yang percaya kalo ALLAH MAHA KAYA. Jadi kalo sedekah dah gak ragu ngosongin dompet. Wuss! Tanpa sisa! Yakin kok hidupnya dijamin Allah.

#Mental kaya itu gak pernah bilang "lagi bokek nih!" Walau gak punya duit, yakin saja hidup selalu dicukupkan Allah! Gak gampang ngeluh walau sedang berpeluh.

#Mental kaya pantang meminta, tapi kalo dikasih terima saja. Hasil minta beda dengan sesuatu yang dikasih, apalagi itu barang yang bermanfaat, jika memang diberi tanpa tendensi monggo diterima.

#Mental kaya itu sudah berani sejak mahasiswa. Malu ah terus ngerepoti orang tua. Uang kuliah aja masih nadah! Cari sendiri laah. Kalo sekolah TK-SMA dibayari orang tua wajar lah, belum baligh! Hehe... Kalo mahasiswa biasanya udah mimpi basah. Cari duit sendiri yah. Masa di depan cewek inceran dandan keren, parfum wangi gentelman, pas bayar kuliah merengek-rengek ngerepoti orang tua. Apa kata duniiiaa!! *Hiyaaaa

#Mental kaya itu imbang. Kalo demo teriak paling depan, kalo dah minta uang kuliah jangan teriak-teriak di kuping orang tua.  Cari sendiri jamin rasanya beda.

#Mental kaya itu berani MANDIRI! Kuliah aja jago cari duit, apalagi kalo dah sarjana, malu ah kalo dah sarjana masih nadah orang tua.

#Mental kaya itu kalo dikasih uang ibu buat bayar kuliah malah bilang "gak usah Bu, ini malah saya ada rejeki buat bapak-ibu" KUEEREENN POLL!!
#Mental kaya itu rela gak beli sepatu dan HP baru, asal bisa bayarin dokter buat ibumu.

*Celotehan Mas Saptuari Sugiarto 

Singapura, 9 September 2017
Jam 12.45


Tuesday, 11 July 2017

PRE MARRIAGE SYNDROME



Hasil gambar untuk pre marriage syndrome


Pre Marriage Syndrome

H-1 bulan
Badan terasa remuk waktu gua nyeret dua koper plus satu kantong tory burch segede gaban di jalanan Bayerische Strasse yang ketutupan sama salju malem itu. Live shopping Metzingen ternyata cukup nguras tenaga, karena perjalanan nya yang jauh dan banyak buyer yang ngeborong. Tapi gua seneng pake banget, lumayan untung nya buat nyicil seserahan hehehhe.
Ketika gua menghempaskan badan di kursi tram, keraguan besar menyergap gua secara tiba-tiba….

"Emang lo yakin uang nya cukup?"…
"Lo gak takut nanggung malu apa depan mertua nanti"……
"Inget loh, anak orang harus dikasih makan seumur hidup"……..
Ah damn! Selalu bisikan yang sama!
Bisikan itu baru reda setelah gua nyampe rumah dan langsung istirahat……
H-20 hari
Siang itu cuaca lagi lumayan terik, daerah sekitaran Altmarkt lagi rame dengan orang-orang yang sekedar jalan-jalan sambil makan es krim. Gua berjalan dari Altmarkt Galerie ke arah Fürstenzug buat beli oleh-oleh murah di gerobak penjual souvenir langganan depan Fürstenzug. Walaupun si bapak penjual nya judes, tapi gua sering beli ke dia karena harga nya lumayan miring dibanding penjual souvenir lain.
Baru beberapa tempelan kulkas yang gua pilih, ketika bisikan itu datang lagi..
"Emangnya lo bisa nyari duit"…..
"Buat diri sendiri aja masih kesusahan"……
"Yang lain lebih cantik"……..
Tangan gua terkepal keras, ini udah kelewatan.. gua beristighfar dalem hati sambil buru-buru bayar tempelan kulkas pesenan temen-temen.
H-15 hari
Malem itu gua lagi buka Facebook sekalian ngerekap pesenan. Sesekali gua ngebalesin komentar di foto atau di artikel yang gua share. Ada yang aneh malem itu, beberapa cewek manis berseliweran di timeline gua. Satu atau dua diantara nya jelas ngasih kode kalau dia lagi jomblo,
"Waw, dia cakep juga ya ternyata, kenapa ga nembak dia duluan aja ya" bisik gua,
"Eh, yang ini juga cantik, jomblo lagi" cetus gua pas liat foto yang lain,
"Wiihh gilak seksi bener" ada foto cewek lain yang lewat pake baju minim.
Beberapa detik kemudian
"AAARRGGHHH FOKUUSS FOKUUSSSS LO MAU KAWIINN!!!!!" tanpa sadar gua ngejambak-jambak rambut sendiri karena kesel, astaghfirullah.. parah bener nih setan T_T
H-12 hari
"Mas, aku kenapa ya akhir-akhir ini, kok kayak ragu mau nikah" curcol gua hari itu ke mas Ri abis solat isya di masjid sambil jalan keluar.
"Hahaha itu biasa lang" timpal mas Ri sambil pake sepatu,
"Biasa gimana mas? Ini ngeganggu banget" keluh gua. Beberapa orang ngantri mau pake sepatu karena pintu masuk masjid lumayan sempit. 
"Gini logika nya" jawab mas Ri, "nikah itu isinya banyak pahala, gilang teleponan jadi pahala, ngasih makan jadi pahala, segala sesuatu yang dulu nya dilakuin dapet dosa, sekarang jadi pahala. Nah, mana mungkin setan ridho sama kamu?"

Hmm iya juga ya… sebenernya masih ada secuil keraguan setelah mas Ri pamit pulang duluan. Ini berarti harus gua lawan bener-bener, kata gua mantap dalem hati sambil jalan lewat Marschnerstrasse.
Detik itu, gua lawan semua bisikan yang mampir di hati. kadang kalau udah keterlaluan, gua jawab balik godaan tuh setan kurang ajar,
"Emang mampu…"
Iya mampu, urusan lo apa?

"Mantan lo lebih cantik.."
Bodo amat, seenggaknya calon gua gak jahat ke gua

"Lo kan belum lulus kuliah.."
Emang lo kuliah? Geer bener

"Lo gak bakal bisa jadi suami yang baik!"
Hahaha panas lo ya? Bahlul

Dan bisikan itu makin menghilang
Hari H
Gua ngebenerin dasi kupu-kupu merah di leher buat terakhir kali nya di depan kaca. Keluarga gua udah di mobil, siap berangkat ke rumah mertua yang jarak nya sekitar sepuluh menit dari rumah om Juwen tempat gua sama keluarga nginep. Huffff, today is the day.… gua bisa ngerasain irama jantung gua makin naek, sensasi nya bikin gugup sekaligus bikin semangat. Selewat, cuma selewat, bisikan itu dateng lagi…
"Lo yakin bakal kawin…" 
Tapi kali ini, suara itu lewat dengan nada pesimis, dengan mantap gua menyungging senyum depan kaca,

"Perlu gua jawab?" Batin gua tegas,
gua ngerapihin jas sedikit sebelum ngelangkah keluar halaman rumah…
I'm the winner
Dresden, 10 juli 2017, ketika baru banget nyampe kamar.

Seperti dikutip dari akun facebook Gilang Kazuya Shimura

https://www.facebook.com/gilang.kazuya.shimura/posts/10213842419237312

Jakarta, 11 April 2017
16.17 WIB




Monday, 5 June 2017

MENCARI BAHAGIA

Source: Photo Pribadi


Hal-hal besar sering dibilang orang sebagai hal-hal yang membawa bahagia. Rumah hektaran, mobil mewah, liburan ke eropa, seakan-akan jika kita diberikan tiga permintaan kita sudah langsung tau mau berkata apa. Tapi... Pernahkah kita sungguh berhenti dan bertanya, bahagia itu apa? 

apakah dia sekedar senang, sekedar meledak yang membuat mata terbelalak, apakah dia dangkal ataukah mungkin dia dalam, cepatkah dia atau dia perlu waktu? Mungkin karena banyaknya rumus yang kita baca dan hidup orang lain yang kita lihat, kita sendiri sering lupa, bahagia itu apa? 

Dalam perjalanan ini kami mengajak kamu untuk bersama mencari kembali arti kebahagian itu. Dari bertanya pada berbagai manusia dan melatih diri untuk mendengar celotehan pendek dan pencerahan sejenak. Semoga Diakhirnya Banyak Bekal Yang Bisa Kita Bawa Pulang. 

Jakarta, 5 Juni 2017
11.32 WIB 


Wednesday, 12 April 2017

PERSYARATAN PENGAJUAN PERMOHONAN PENGUKUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK (PKP) BARU BADAN USAHA

Gambar terkait

Assalamu'alaikum sahabat... Apa kabarnya hari ini, semoga sahabat selalu dalam keadaan sehat wal afiat. 

Untuk postingan blog kali ini saya ingin membagi pengalaman pribadi saya perihal tata cara pengurusan permohonan pengajuan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) baru khusus untuk badan usaha. Untuk yang baru pertama kali ngurus PKP mungkin kamu akan sedikit mengalami kebingungan mengenai syarat apa aja sih yang dibutuhkan untuk mengurus PKP pada Kantor Pajak Pratama daerah dimana badan usaha kamu berdomisili. Nah sebelum saya kasih tahu persyaratan administrasi apa saja yang diperlukan, kira-kira kalian tau gak sih apa yang dimaksud Pengusaha Kena Pajak (PKP). Hayooo... Ada yang bisa jawab gak ^.^

Baiklah kalo belom pada tau saya kasih tau nih. Pengusaha Kena Pajak (PKP) adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak dan atau penyerahan jasa kena pajak yang dikenakan pajak berdasarkan dengan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UUPPN) tahun 1984 dan perubahannya. PKP ini tidak diwajibkan untuk para Pengusaha Kecil kecuali Pengusaha Kecil sendiri yang ingin dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak. Sebagai tambahan, untuk bisa dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak, para pengusaha harus mempunyai omset kotor dalam satu tahun minimal Rp. 4.800.000.000 (4.8 Milyar). 

Berikut ini adalah syarat pengajuan permohonan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) baru sebagai berikut : 

  1. Formulir Permohonan Pengukuhan PKP (Baru). Download Formulir Disini
  2. Surat Permohonan diatas kop surat permohonan dan ditandatangani dan distempel oleh Direktur 
  3. Fotocopy Surat Keterangan Terdaftar Pajak
  4. Fotocopy NPWP Perusahaan
  5. Fotocopy NPWP Penanggung Jawab Perusahaan 
  6. Fotocopy KTP Penanggung Jawab Perusahaan 
  7. Surat Kuasa Bermaterai (bila dikuasakan)
  8. Fotocopy KTP yang diberi kuasa
  9. Fotocopy Akta Pendirian & Perubahan (bila ada)
  10. Fotocopy SK Kemenkumham
  11. Fotocopy SIUP
  12. Fotocopy TDP
  13. Fotocopy SIUJK 
  14. Fotocopy Surat Izin Prinsip Penanaman Modal Asing (Apabila PMA)
  15. Fotocopy SK Domisili 
  16. Fotocopy SK Domisili dari pengelola gedung (bila menyewa) 
  17. Photo Kantor
  18. Peta Lokasi Kantor
  19. Photo Tempat Usaha Lainnya (bila ada) 
  20. Photo Rumah Penanggung Jawab
  21. Peta Lokasi Rumah Penanggung Jawab

Setelah pemberkasan dokumen sudah lengkap, tahap berikutnya pihak dari KPP Pajak Pratama yang sesuai domisili badan usaha akan melakukan kunjungan untuk melakukan survey dan verifikasi alamat domisili badan usaha yang bersangkutan. Sebelum melakukan survey, pihak dari KPP Pratama Pajak terlebih dahulu akan menghubungi pihak penanggung jawab dari badan usaha yang bersangkutan untuk menginformasikan jadwal survey, oleh karena itu pastikan nomor telephone dan mobile phone selalu aktif untuk menerima informasi kapan jadwal survey akan dilaksanakan. 

Apabila pemberkasan dokumen lengkap dan survey berjalan lancar sejak masuk nya pemberkasan dokumen, surat pengukuhan PKP dapat kita ambil di KPP tempat kita mengajukan. Keputusan permohonan pengajuan PKP diterbitkan paling lambat maksimal 10 (sepuluh) hari kerja setelah bukti penerimaan surat diterima. 

Gimana sahabat, mudah bukan mengurus permohonan pengajuan PKP Baru? kalo kalian mengalami kesulitan kalian bisa langsung berkonsultasi ke Help Desk KPP Pratama Pajak tempat mengajukan atau bisa tinggalkan komentar di kolom komentar blog saya. Semoga ulasan saya tentang pengurusan permohonan pengajuan Pengusaha Kena Pajak (PKP) Baru ini bisa memudahkan sahabat. Terima kasih... Salam

Jakarta 12 April 2017
16.00 WIB 



  

Wednesday, 1 March 2017

TAK ADA WAKTU UNTUK BERSEDIH




Hidup ini ibarat mengayuh sepeda, Albert Einstein bilang biar bisa seimbang dalam mengayuh sepeda kita harus terus bergerak. Seketika kita diam maka bersiap siaplah untuk terjatuh, Begitu juga hidup. Perasaan sedih, tak bernilai dan gagal akan terus muncul jika kita hanya berdiam diri. Padahal, waktu kita terus berjalan, tak bisa kita mengubah sesuatu hanya dengan diam. 

Oleh sebab itu kawanku, hindarilah menganggur, teruslah berkarya sampai kita tiada. Bukankah kebanyakan orang yang mudah bersedih dan suka mengeluh adalah orang yang tak begitu sibuk, mengisi hari-harinya. Karena orang sibuk hampir tidak punya waktu untuk bersedih.

Hidup kita amatlah sebentar. Tugas-tugas dalam hidup jauh lebih banyak ketimbang waktu yang kita miliki. Berpikirlah besar, jangan sampai kita menyepelekan kesempatan yang kita miliki. Usia, napas dan detak jantung adalah karunia dari Allah. Allah mengaruniakan itu semua agar kita mempergunakannya dengan baik. Maka jangan ada sedetik pun yang terbuang dengan sia-sia tanpa ada pertambahan ilmu, amal dan ketaatan kepada Nya. Ajal datang tak kenal waktu, maka waspadalah setiap saat agar saat Allah memanggil kita, kita dalam keadaan sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan yang baik. 

Tuesday, 28 February 2017

ASAL MULA NAMA-NAMA HARI DALAM BAHASA INGGRIS



Sebagian orang pasti sudah mengenal penamaan hari dalam bahasa Inggris, bahkan anak SD atau mungkin TK sudah hapal nama-nama hari dalam bahasa Inggris. Tapi tahukah kamu dari mana nama-nama hari dalam bahasa Inggis ini berasal. Dalam postingan kali ini saya akan sedikit mengulas mengenai asal muasal penamaan nama-nama hari dalam bahasa Inggris. 

Hampir semua nama hari dalam bhs Inggris (Monday, Thursday, Saturday, Sunday) yang selama ini kita ketahui pada dasarnya mengacu pada fenomena alam yang terjadi di sekitar dan melekat pada pemahaman orang-orang Inggris pada masa lampau. Beberapa nama hari lain yang kita kenal (Tuesday, Wednesday, dan Friday) mencerminkan mengenai kepercayaan kuno orang Inggris pada masa itu yang bermuara pada tata cara penyembahan dewa-dewi yang diperkirakan terjadi sebelum kehadiran agama Kristen yang menguasai Eropa pada sekitar abad ke-2 Masehi.

Asal Usul Nama-nama Hari dalam Bahasa Inggris 

  • Monday - Berasal dari kata “Monandæg” dalam bahasa Inggris Kuno, yang berarti “the day of the moon” 
  • Tuesday – Berasal dari kata “Tiwesdæg” dalam bahasa Inggris Kuno, yang berarti “the day of Tiw” 
  • Wednesday – Berasal dari kata “Wodnesdæg” dalam bhs Ing Kuno, yang berarti “the day of Wodan” 
  • Thursday – Berasal dari kata “Thuresdæg” dalam bahasa Inggris Kuno, yang berarti “the day of thunder” 
  • Friday – Berasal dari kata “Frigedæg” dalam bahasa Inggris Kuno, yang berarti “the day of Frigga” 
  • Saturday – Berasal dari kata “Sætern(es)dæg” dalam bahasa Inggris Kuno, yang berarti “the day of Saturn” 
  • Sunday – Berasal dari kata “Sunnandæg” dalam bahasa Inggris Kuno, yang berarti “the day of the sun” 


Nama Wodan dalam kata “Wednesday”, sebagai contoh, adalah nama dewa tertinggi dalam kepercayaan Inggris Kuno. ia menguasai angin, hujan, petir, dan kekuatan-kekuatan alam lainnya. Sementara itu nama Frigga, yang merupakan istrinya dipercaya sebagai dewi cinta dan namanya diabadikan dalam kata “Friday”. Masih dalam satu garis keturunan para dewa, Tiw, salah satu anak keturunan Wodan-Frigga, dipercaya sebagai seorang dewa perang yang sangat ahli dalam mitologi bangsa Inggris Kuno yang namanya diabadikan dalam kata “Wednesday”. Ketiga nama dewa tersebut Wodan, Frigga, dan Tiw jika dilihat dari sejahrahnya sebenarnya bukan hanya dewa-dewi bagi bangsa Inggris Kuno, tapi juga merupakan nama dewa-dewi yang dipercayai bagi keseluruhan bangsa keturunan bangsa Germanic, yakni bangsa Jerman Kuno, Inggris Kuno, Belanda Kuno (Vries/Flemish), Norwegia Kuno, Swedia Kuno, dan Denmark Kuno (perlu diketahui bahwa ada 5 bangsa kuno utama pembentuk Eropa: Germanic, Romana, Slav, Celtic, dan Ural). 

Wodan dalam kepercayaan Inggris Kuno, misalnya, dikenal juga sebagai Wotan dalam kepercayaan Jerman Kuno dan lebih dikenal sebagai Odin dalam kepercayaan Norwegia Kuno. Begitu pula Frigga dalam kepercayaan Inggris Kuno yang dikenal sebagai Freja dalam kepercayaan Vries/Flemish. Kepercayaan kuno bangsa Germanic, yang berunsurkan Odin, Frigga, dan Tiw sebagai beberapa diantara sekian banyak nama dewa-dewi mereka, sebenarnya hampir sama dengan kepercayaan kuno yang dimiliki bangsa Slav, Celtic, Ural, Romana, Yunani, ataupun bangsa-bangsa kuno Eropa lainnya. Kepercayaan Yunani Kuno, misalnya, juga memiliki seorang dewa maha tinggi yang bernama Zeus (sepadan dengan Jupiter dalam kepercayaan Romana), yang mempunyai istri seorang dewi bernama Hera, dan mempunyai anak diantaranya seorang dewa perang yang bernama Ares (sepadan dengan Mars dalam kepercayaan Romana). Persamaan yang terjadi dalam bidang kepercayaan ini dapat menunjukkan bahwa, meskipun dalam dunia antropologi, bangsa Eropa modern dikatakan terbentuk oleh 5 bangsa kuno utama yang masuk secara bersamaan dan mulai mendiami benua Eropa pada sekitar Zaman Besi (Iron Age), namun ada kemungkinan bahwa 5 bangsa kuno utama ini, sebelum masuknya mereka ke benua Eropa, sebenarnya dulunya terdiri dari satu bangsa tunggal yang berdiam di suatu daerah yang sama. Yang perlu kita ketahui adalah bahwa benua Eropa sendiri, sebelum dimasuki oleh 5 bangsa kuno utama, sebenarnya sudah memiliki penduduk aslinya sendiri (sama seperti Jepang dan bangsa Ainu-nya). 

Salah satu bangsa asli Eropa yang masih eksis saat ini dan yang saya ketahui adalah Euskara yang lebih dikenal dengan Basque yang terletak di daerah selatan dari negara Spanyol. Adanya beberapa perbedaan budaya dan dari segi bahasa yang signifikan dengan orang-orang Spanyol di sekitarnya dan diskriminasi yang terus menerus dari pemerintah Spanyol, banyak dari orang-orang bangsa asli Eropa yang biasa disebut Euskara ini yang kini melakukan kegiatan terorisme di Spanyol di bawah sebuah organisasi separatis yang sudah sangat terkenal di Eropa: ETA (Euskadi ta Askazuna). Dari sekian banyak bangsa asli Eropa, Euskara hanyalah salah satu diantara sedikit bangsa asli Eropa yang sampai saat ini masih bertahan ketika sebagian bangsa Slav, Germanic, Ural, Celtic, dan Romana yang sebetulnya bukan termasuk wilayah non-Eropa masuk dan menduduki daerah Eropa. Bangsa-bangsa asli Eropa lainnya, umumnya, setelah invasi dan tekanan konstan selama berabad-abad, terhapus secara otomatis, baik secara etnisitas maupun linguistik dari benua Eropa.

http://www.encyclopedia.com/doc/1O14...oftheweek.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Week-da...orthern_Europe
http://www.answers.com/topic/norse-m...ern_influences
http://www.paganspace.net/profile/PaganEric

Jakarta, 28 Februari 2017
16.50 WIB