Tuesday, 5 April 2016

RENUNGAN MENYENTUH HATI



ASTAGFIRULLAH - SEBUAH RENUNGAN YANG MENYENTUH HATI

Astagfirulah... Astagfirullah... Astagfirullah... Saudaraku adakah engkau ingat dengan bacaan dzikir pagi dan sore? Ataukah mungkin engkau lupa akibat telah lama tidak membacanya? Lalu bagaimana dengan sholat sunnah rawatib, seberapa banyak yang telah engkau abaikan? kemudian bagaimana bacaan quran mu adakah engkau membacanya secara rutin? adakah malam-malam yang dihidupkan dengan sholat? dan adakah siang yang kau hiasi dengan puasa? adakah engkau ingat untuk bersedekah? atau seringkali sedekah mu dihentikan dengan kebakhilan, keraguan dan kecurigaan? jikapun sedekah itu keluar dari sakumu kadang nominalnya sedikit, itupun setelah kau tunda tunda. 

Source: Yufid TV

Bagaimana dengan sholat duha dan witir mu, berapa kali engkau lakukan dalam sepekan? Adakah engkau menghadiri sholat Jumat diawal waktu? adakah sholat jamaah juga demikian? atau bahkan mungkin hampir tidak pernah? Bagaimana dengan makanan, pakaian dan kendaraanmu, adakah engkau berlebihan dengannya tanpa rasa syukur? Kemudian apakah musik selingan dalam tayangan berita dan tayangan dokumenter sudah menjadi hal yang biasa bagimu? Adakah engkau pernah hadir disebuah majelis yang berakhir dimana mereka telah makan sepenuh perut dan tertawa sepenuh mulut, bahkan mereka mungkin telah makan daging bangkai si A dan si B setelah saling tukar info tentang harga barang dan mobil? tapi mereka tidak saling mengingatkan tentang satu ayat atau hadist atau faidah ilmu atau bahkan doa Kafaratul Majelis. 

Saudaraku sesungguhnya inilah yang dinamakan fenomena zuhud dalam sunnah dan berluas-luasan dalam perkara mubah juga menyepelekan perkara yang diharamkan. Saudaraku marilah kita saling mengoreksi diri kita masing-masing. Mari kita jadikan diri kita menjadi orang yang membawa pengaruh dan perubahan dalam masyarakat kita. Semoga Allah mengampuni kelalaian kita selama ini. Aammiin... (Courtesy: Yufid TV)

==================================================



TEMUKAN BAHAGIA 


Seumur hidup kita, kita mencari bahagia. Namun ternyata bahagia adalah permata-permata kecil yang sering luput oleh mata, seringkali dia ada persis didepan kita. Untuk mereka yang sudah merasakan lengkapnya hidup, bahagia itu hanya sedikit saja dari yang kita punya. Untuk mereka yang tidak leluasa, kebebasan untuk berdiri dengan kaki sendiri adalah bahagia. Untuk mereka yang bisa berpikir sederhana bahagia itu selalu banyak dan selalu tersedia. 



Bahagia datang dari keberadaan teman, penghargaan sejawat dan terutama dari rasa syukur untuk segala hal yang sering kita anggap batu biasa dipinggiran jalan. Hidup ini sudah bergelimang dengan mereka, kita hanya perlu lebih sering pandangi dan hargai keberadaannya dan jangan lupa menjadi bahagia itu bukan hanya hak semua orang untuk bisa mendapatkannya tetapi juga kewajiban kita untuk setia memberikan. 

Bahagia selalu ada dan itu selalu dimulai dari dalam diri kita.

=====================================================


MENCARI BAHAGIA 

Hal-hal besar sering dibilang orang sebagai hal-hal yang membawa bahagia. Rumah hektaran, mobil mewah, liburan ke eropa, seakan akan jika kita diberikan tiga permintaan kita sudah langsung tau mau berkata apa. Tapi... Pernahkah kita sungguh berhenti dan bertanya. Bahagia itu apa? Apakah dia sekedar senang, sekedar meledak yang membuat mata terbelalak, apakah dia dangkal ataukah mungkin dia dalam, cepatkah dia atau dia perlu waktu? 

Mungkin karena banyaknya rumus yang kita baca dan hidup orang lain yang kita lihat, kita sendiri sering lupa. Bahagia itu apa? Dalam perjalanan ini kami mengajak kamu untuk bersama mencari kembali arti kebahagian itu. Dari bertanya pada berbagai manusia dan melatih diri untuk mendengar celotehan pendek dan pencerahan sejenak. Semoga diakhirnya banyak bekal yang bisa kita pulang.

=====================================================


AKU AKAN 


Kebaikan itu seperti jabatan tangan, menggengam dan merasakan. Gak ada yang istimewa dari berbagi kebaikan, biasa aja, layaknya kita menghirup udara hampir gak terasa.
Kebaikan itu seperti medan magnet, menarik hingga saling erat. Saya butuh mereka agar tetap sadar kalo kita ini manusia. Sederhana saja memberi yang saya punya dan apa yang saya bisa, makanan, minuman apa aja. Enak dan gak enak yang penting kita tertawa bahagia.
Kebaikan itu bagai air yang mengalir, menyentuh tiap sisi dan menjangkau tiap sudut. Kalo kata Chairil Anwar “Aku ingin hidup 1000 tahun lagi” biar kita bisa terus berbagi dan memberi. Jadi jangan pernah menunda kebaikan.


=====================================================


WAKTU

Imam Al Ghazali berkata:

Yang singkat itu - "waktu"
Yang menipu itu - "dunia"
Yang dekat itu - "kematian"
Yang besar itu - "hawa nafsu"
Yang berat itu - "amanah" 
Yang sulit itu - "ikhlas"
Yang mudah itu - "berbuat dosa"
Yang susah itu - "sabar"
Yang lupa itu - "bersyukur"
Yang membakar amal itu - "mengumpat"
Yang ke neraka itu - "lidah"
Yang berharga itu - "iman"
Yang mententeramkan hati itu - "teman sejati"
Yang ditunggu Allah SWT itu -"TAUBAT".

=====================================================


UNTUK PARA PENCARI NAFKAH 

Mungkin kau tak tau dimana rizkimu, tapi rizkimu tau dimana engkau. Dari langit, laut, gunung dan lembah. Rabb memerintahkannya menujumu, Allah berjanji menjamin rizkimu maka melalaikan ketaatan padanya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan berganda. Tugas kita bukan menghawatirkan rizki atau bermuluk cita memiliki melainkan menyiapkan jawaban dari mana dan untuk apa atas setiap karunianya.
Source : Yufid TV

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia, dia alpa bahwa hakikat rizki bukanlah yang tertulis dalam angka tapi apa yang dinikmatinya. Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya. Amatlah keliru jika bekerja dimaknai pasrah kepada usaha kita, bekerja itu bagian dari ikhtiar tawakkal tetap kepada Allah sedang rizki itu urusanNya, kita bekerja untuk bersyukur menegakkan taat dan berbagi manfaat, tapi rizki tak selalu terletak di pekerjaan kita. Allah taruh sekehendaknya. Bukankah Hajar berlari tujuh kali bolak balik dari Shofa ke Marwah tapi zamzam justru terbit di kaki Ismail bayinya. 

Ikhtiar itu laku perbuatan, rizki itu kejutan, ia kejutan untuk disyukuri hamba bertaqwa, datang dari arah tak terduga, tugas kita cuma menempuh jalan halal Allah lah yang melimpahkan bekal. Sekali lagi yang terpenting di tiap kali kita meminta dan Allah memberi karunia, jaga sikap saat menjemputnya, betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia lupa bahwa semua hanya hak pakai yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab. Dengan itu kita mohon Ihdhinashiraathal mustaqim petunjuk dijalan orang yang diberi nikmat ikhlas di dunia dan nikmat ridhonya di akhirat, bukan jalannya orang yang terkutuk apalagi jalan orang yang tersesat. Maka segala puji hanya bagi Allah. Hanya dengan nikmatNya lah maka kebaikan menjadi paripurna. (Courtesy: Yufid TV) 

Jakarta 04 April 2016
11.35 WIB