Thursday, 22 September 2016

SUATU SAAT NANTI


Atas nama jarak yang memisahkan kita saat ini, bersabarlah lebih lama lagi. Bersabarlah lebih hebat lagi dari yang kau pernah bisai, karena bila Tuhan mengijinkan, suatu saat nanti akan ada aku yang selalu kau temui, setiap pagi saat kau membuka mata untuk pertama kali. Berhentilah mengeluh saat ini, saat ini bukan waktunya kita bersatu dalam angan dan imajinasi yang satu, kau tahu? kita memang belum saatnya saling memupuk rindu, kita masih enggan sejiwa.


Satu saat nanti, pasti ada saatnya. Jangan menjadikan saat ini alasanmu selalu bersedih hati. Jadikanlah masa depan sebagai motivasi.

Satu saat nanti kita akan bersama merakit senyum setiap hari, jangan menghawatirkan jiwa yang masih dua, jangan! Karena itu berarti kau meragukan Tuhan atas kuasaNya dan kepastianNya. Cukuplah saja kita percaya kepadaNya, percaya pada diri ini untuk terus berusaha naik, percaya pada hati yang rindu akan didengarkan untuk sendiri. Jangan menanyakan perihal masa depan, justru masa kini adalah jalan menuju kesana. Jalani sebaik-baiknya agar masa depan bisa baik-baik saja.

Suatu saat nanti, tak akan ada lagi keresahanmu perihal ini dan itu sebagian akan terbagi bersamaku, Iya! Suatu saat nanti.

         



Jakarta, 25 September 2016
21.30 WIB

Share this

0 Comment to "SUATU SAAT NANTI "

Post a Comment