Wednesday, 22 February 2017

BAGAIMANA RASANYA DIKHIANATI



Kalau kita diminta untuk menceritakan tentang penghianatan, beuh... mudah sekali kita cerita. Seolah diri kita menjadi orang yang paling dizalimi di dunia ini. Hampir semua dari kita mungkin pernah merasakan betapa sakitnya dikhianati.

Dikhianati teman sendiri, istri yang dikhianati suaminya, suami yang dikhianati istrinya, pemodal yang dikhianati mitra kerja, karyawan yang kita rekrut untuk menangani proyek, eh malah diam-diam merebut proyek kita. Begitu seterusnya. 

Tapi kita seolah-olah tak sadar bahwa ternyata diri kita adalah penghianat yang sesungguhnya. Kita sering lupa bahwa kita sudah dimodali oleh Tuhan dengan beragam fasilitas. Kita diberi mata yang sehat, tapi kita menggunakannya untuk melihat sesuatu yang haram. Kita dimodali telinga yang normal, tetapi dipergunakan untuk mendengarkan yang dilarangNya. Kita diberi tangan yang sehat, tapi digunakan untuk aktivitas yang tak membawa kebaikan. Kita dikasih kaki yang sehat, tapi digunakan untuk melangkah ke tempat yang buruk. 

Hakikat penciptaan mata itu agar kita bisa lebih mudah menyaksikan hal-hal baik dan mengambil pelajaran lebih banyak dari segala peristiwa yang kita saksikan. Diciptakannya telinga agar kita mendengar hal-hal baik. Diciptakannya tangan sebagai fasilitas bagi kita untuk beraktivitas yang baik. Diciptakannya kaki agar kita melangkah ke majelis-majelis yang mulia. 

Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Mata kita adem ayem saja saat digunakan nonton televisi, tapi langsung meredup saat digunakan untuk membaca buku atau tadarus Al-Quran dan musik, tapi serasa panas saat mendengan tausiyah atau murottal. 

Tangan kita cekatan benar saat mengerjakan hal yang sia-sia, gak ada capeknya saat nge-game, tapi giliran diminta untuk mengerjakan sesuatau yang lebih berguna, malesnya bukan main. Kaki juga begitu. Saat jalan-jalan di mall gak ada capek-capeknya, tapi giliran diinta jalan ke masjid atau majelis ilmu, serasa sangat berat. 

Jakarta, 22 Februari 2017
17.00 WIB




Share this

0 Comment to "BAGAIMANA RASANYA DIKHIANATI"

Post a Comment